INDURASMI

Oleh: Syahidatul Kamilah

Ada senyum tanpa asmara, ada dendam tanpa bersabda
Berkisah akan sajak luka dengan darah yang masih bersimbah
Tentang pedang yang masih menghujam
Tentang jiwa yang hilang cahaya
Tentang fana yang kerap kali unggah kecewa

Benar !
Adalah aku yang terus saja melawan waktu tanpa kenal kata tunggu
Adalah aku yang tak kunjung acuh pada deru angin lalu sebab menyimpan dirimu
Adalah aku yang lupa bahwa sejatinya hati bertakdir memberi tanpa perlu mengharap kembali

Di langit biru bernafaskan rindu tanpa rengkuh
Kuukir mentari dalam diri
Mengubur gelap gulita rasa pada terjal waktu
Lantaran sendu kian luruh

Atas nama cinta yang tak pernah tua
Akan ku basuh ragu dengan harap baru
Mencipta harsa sampena nabastala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *